HomeBisnisKabel Listrik Terasa Hangat? Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya

Hampir semua orang memperhatikan warna cat, model lampu, atau bentuk saklar ketika membangun atau merenovasi rumah. Kabel listrik jarang mendapat perhatian yang sama, mungkin karena letaknya tersembunyi di dalam dinding dan plafon. Padahal kabel adalah jalur yang mengalirkan listrik ke seluruh isi rumah, dan kualitasnya ikut menentukan apakah listrik di rumah aman dan stabil dalam jangka panjang.

Apa yang sebenarnya dikerjakan kabel

Kabel terdiri dari dua bagian utama. Bagian dalamnya adalah logam, umumnya tembaga, yang menghantarkan listrik. Bagian luarnya adalah pembungkus dari plastik yang mencegah listrik menyentuh benda atau orang di sekitarnya. Kedua bagian ini harus baik. Logam yang terlalu tipis akan kesulitan mengalirkan listrik untuk alat yang besar, sedangkan pembungkus yang rapuh bisa retak dan membuat bagian dalam kabel terbuka.

Ketika listrik mengalir, kabel selalu menghasilkan sedikit panas. Pada kabel yang sesuai dengan kebutuhannya, panas ini sangat kecil dan tidak terasa. Pada kabel yang terlalu tipis untuk alat yang dipakai, panasnya bisa meningkat. Panas yang berlangsung lama dapat membuat pembungkus menjadi keras, retak, atau berubah warna. Inilah alasan utama mengapa ukuran kabel tidak boleh ditebak-tebak.

Kesalahan yang paling sering terjadi

Kesalahan pertama adalah memilih kabel hanya berdasarkan harga. Kabel yang jauh lebih murah dari harga umum kadang memakai logam yang lebih tipis dari yang tertulis, atau bahan pembungkus yang kurang baik. Dari luar, perbedaannya tidak selalu terlihat. Kesalahan kedua adalah memakai kabel yang sama untuk semua keperluan. Kabel untuk lampu, untuk alat berdaya besar seperti pemanas air, dan untuk alat yang sering dipindahkan sebaiknya dibedakan.

Kesalahan ketiga adalah tidak menyisakan ruang untuk penambahan alat. Rumah terus berubah. Orang membeli penyejuk ruangan, mesin cuci, atau kompor listrik di kemudian hari. Kabel yang dipasang pas-pasan untuk kebutuhan hari ini sering harus diganti ketika kebutuhan bertambah, dan mengganti kabel di dalam dinding berarti membongkar tembok.

Hal dasar yang bisa Anda periksa sendiri

Anda tidak perlu menjadi ahli listrik untuk memeriksa beberapa hal dasar. Lihat tulisan yang tercetak di pembungkus kabel. Kabel yang baik biasanya mencantumkan nama pembuat, jenis kabel, jumlah kabel di dalam, dan ukuran. Tulisan yang jelas dan terbaca di sepanjang kabel adalah tanda yang baik, sedangkan kabel tanpa tulisan sama sekali patut dipertanyakan.

Perhatikan juga kondisi fisik. Pembungkus yang rata, warnanya merata, dan tidak berbau menyengat menunjukkan pembuatan yang rapi. Kupas sedikit ujung kabel dan lihat warna logam di dalamnya. Tembaga berwarna kemerahan dan terlihat padat. Kalau ragu, bandingkan dengan kabel dari penjual lain atau tanyakan kepada teknisi.

Tanyakan pula apakah kabel memenuhi standar yang berlaku di Indonesia, yaitu SNI. Standar ini mengatur antara lain ukuran logam, tebal pembungkus, dan cara pengujian, supaya kabel yang beredar memiliki mutu dan keselamatan minimum yang sama.

Menyesuaikan kabel dengan kebutuhan

Pemilihan kabel yang tepat dimulai dari menghitung kebutuhan. Daftar alat apa saja yang akan memakai jalur itu, dan lihat daya masing-masing pada label alat. Alat berdaya besar membutuhkan kabel dengan logam yang lebih tebal. Pertimbangkan juga jarak. Makin jauh jalur dari kotak listrik utama, makin tebal kabel yang sebaiknya dipakai supaya listrik yang sampai ke ujung tidak melemah.

Pertimbangkan pula tempat pemasangan. Kabel di dalam dinding lewat pipa, kabel yang menempel di plafon, dan kabel di luar ruangan menghadapi kondisi berbeda dan sebaiknya memakai jenis yang berbeda. Tanyakan kepada teknisi atau penjual jenis mana yang sesuai dengan tempat Anda.

Pertanyaan yang sebaiknya diajukan kepada penjual

Saat membeli, ada beberapa pertanyaan sederhana yang layak diajukan. Tanyakan jenis kabel yang cocok untuk tempat pemasangan Anda, apakah dalam pipa di dinding, menempel di plafon, atau di luar ruangan. Tanyakan ukuran yang disarankan untuk alat yang akan dipakai. Tanyakan pula apakah penjual dapat menunjukkan tulisan yang tercetak pada kabel yang dipotong dari gulungan. Penjual yang paham produknya biasanya mudah menjawab, dan jawabannya membantu Anda membandingkan. Simpan nota pembelian serta catat jenis dan ukuran kabel, karena catatan ini akan berguna bila suatu saat ada pemeriksaan atau penambahan jalur.

Peran teknisi dan perawatan

Pemasangan kabel sebaiknya dilakukan oleh teknisi yang paham aturan instalasi listrik. Kabel yang bagus pun bisa menjadi tidak aman bila disambung asal-asalan atau dijepit longgar. Setelah terpasang, kabel tetap perlu diperhatikan. Jika ada bagian yang hangat, bau gosong, atau stop kontak yang menghitam, itu tanda bahwa ada yang perlu diperiksa.

Kesimpulan

Kabel listrik memang tidak terlihat, tetapi ia bekerja setiap hari. Pilih dengan melihat tulisan di kabel, kondisi fisiknya, standar yang dipenuhi, dan kecocokannya dengan kebutuhan listrik rumah Anda.

Kitani adalah merek kabel dari PT Sutanto ArifChandra Elektronik, yang menurut keterangan di situsnya memproduksi kabel sejak 1990 di Banyumas. Pilihan kabel listrik dan kabel audio video Kitani dapat dilihat selengkapnya di https://kitani.co.id/.

Related Post

Scroll to Top