
BisnisAds.com – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) melihat ketidakpastian global kembali meningkat menyusul kembali meningkatnya intensitas perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran pada awal Juli 2026. Lalu lintas di Selat Hormuz kembali terhambat, mengganggu rantai pasok produksi dan perdagangan antar negara, serta harga minyak dan berbagai komoditas global naik. Dengan kondisi tersebut, Gubernur BI Perry





