BisnisAds.com– BARU YORK. Penyedia indeks global MSCI mengatakan akan memperluas tinjauannya terhadap status perekonomian Indonesia pasar berkembang (pasar negara berkembang) dan mungkin mempertimbangkan opsi termasuk reklasifikasi ke status berbatasan (batas), jika kemajuannya tidak mencukupi pada ujian bulan November.
Kutipan Reuters, Pada Rabu (24/06/2026), penyedia indeks global tersebut mengisyaratkan kekhawatiran di kalangan investor institusi internasional atas berlanjutnya tidak transparannya struktur kepemilikan saham dan dugaan perdagangan terkoordinasi di Indonesia.
MSCI menyatakan bahwa permasalahan ini berkaitan langsung dengan pilar “Aliran Informasi dan Infrastruktur Pasar” dalam kerangka aksesibilitas pasar, dan para pelaku pasar menyatakan “keprihatinan mendalam terhadap kesesuaian investasi” yang timbul dari permasalahan ini.
MSCI membenarkan reformasi transparansi yang baru-baru ini diumumkan oleh regulator Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bursa PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan lembaga penyimpanan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Pasar saham Indonesia bergejolak sejak bulan Januari, ketika MSCI membekukan saham-saham Indonesia dalam indeksnya dan mengancam kemungkinan penurunan peringkat. pasar perbatasan, karena alasan kepemilikan yang tidak transparan, visibilitas mengambang bebas data perdagangan yang lemah dan tidak dapat diandalkan.
