BisnisAds.com – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) terus memperkuat berbagai kombinasi kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di tengah upaya menjaga stabilitas makroekonomi. Langkah tersebut dilakukan dengan memperkuat sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan mempercepat penyaluran kredit ke sektor manufaktur.
Kepala Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso mengatakan UKM merupakan salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi bangsa, sekaligus penyerap tenaga kerja. Untuk itu, BI terus memperkuat pengembangan UMKM agar lebih berdaya saing.
Selama tahun 2025, omzet UMKM yang didukung BI mencapai Rp7,02 triliun atau tumbuh 23,1% per tahun (dari tahun ke tahun/dia). Pertumbuhan terbesar dibukukan oleh UMKM berorientasi ekspor sebesar 21% dan UMKM digital sebesar 25%.
“Capaian ini diharapkan terus tumbuh seiring dengan dilaksanakannya Program Transformasi Bisnis UMKM Terintegrasi,” kata Denny dalam keterangannya, Rabu (08/07/2026).
Menurut Denny, capaian tersebut diharapkan terus meningkat seiring dengan dilaksanakannya Program Transformasi Terintegrasi Usaha UMKM. Tahun ini BI menargetkan mencetak 400 barista bersertifikasi internasional, 50 inovasi pangan baru, 200 pesantren penghasil air minum dalam kemasan, dan 10 pesantren yang mengelola pertanian secara terpadu.
Ia mengatakan berbagai program tersebut bertujuan untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional, meningkatkan nilai tambah dan daya saing UMKM, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Selain penguatan UMKM, BI juga mendorong percepatan penyaluran kredit melalui sinergi dengan pemerintah, instansi terkait, perbankan, dan pelaku usaha.
Upaya tersebut didukung dengan penerapan Kebijakan Peningkatan Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang bertujuan untuk memperkuat fungsi intermediasi perbankan dan meningkatkan pembiayaan bagi dunia usaha.
Ia mengatakan, kebijakan tersebut tercermin dari pertumbuhan kredit perbankan yang mencapai 11,51% year-on-year pada Mei 2026, naik dari pertumbuhan pada akhir tahun 2025 sebesar 9,69%.
Menurut dia, peningkatan pembiayaan sektor manufaktur diharapkan dapat memperkuat kegiatan dunia usaha dan mendukung pertumbuhan perekonomian nasional.
Ke depan, BI akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan dan memperkuat sinergi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas, memperkuat pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, dan mendukung penciptaan lapangan kerja.