BisnisAds.com – JAKARTA. Presiden Belarusia Alexander Lukashenko membuka peluang untuk mempererat hubungan Belarus dan Indonesia dengan membahas fasilitas bebas visa dan pengembangan konektivitas udara di masa depan. Langkah ini diharapkan dapat mempererat hubungan masyarakat sekaligus mendukung kerja sama ekonomi kedua negara.
Lukashenko mengatakan Belarusia menyambut baik dukungan Presiden Prabowo terhadap pengembangan hubungan kedua negara. Salah satu upaya yang didorong adalah pembahasan manfaat visa dan peningkatan konektivitas penerbangan.
Saya juga berterima kasih kepada Presiden atas dukungannya terhadap pengembangan hubungan masyarakat kedua negara, termasuk diskusi mengenai kemungkinan rezim bebas visa dan pembukaan koneksi udara di masa depan, kata Lukashenko dalam keterangan pers bersama dengan Presiden Prabowo Subianto usai pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Ia berharap warga Belarusia semakin mudah berkunjung ke Indonesia. Di sisi lain, WNI juga diharapkan lebih mudah melakukan perjalanan ke Belarus.
“Kami berharap masyarakat Belarusia akan lebih mudah mengunjungi Indonesia, dan masyarakat Indonesia juga akan lebih mudah mengunjungi Belarus,” ujarnya.
Menurut Lukashenko, kemudahan mobilitas masyarakat akan menjadi landasan penting dalam memperkuat hubungan bilateral yang telah terjalin selama lebih dari tiga dekade.
Selain meningkatkan kunjungan masyarakat, Belarusia juga melirik Indonesia sebagai destinasi wisata yang memiliki daya tarik besar. Oleh karena itu, penguatan konektivitas diyakini akan membawa manfaat bagi sektor pariwisata kedua negara.
Belarus memandang Indonesia tidak hanya sebagai mitra ekonomi, tetapi juga sebagai tujuan wisata yang sangat menarik, ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan kedua negara menyepakati Peta Jalan Penguatan Kerjasama Indonesia dan Belarusia Tahun 2026-2030 sebagai kerangka pengembangan hubungan bilateral kedua negara dalam lima tahun ke depan.
Prabowo mengatakan salah satu fokus utama peta jalan tersebut adalah penguatan kerja sama di bidang ketahanan pangan. Menurutnya, Indonesia dan Belarusia memiliki potensi yang saling melengkapi untuk mendukung modernisasi sektor pertanian.
Ia mengatakan kerja sama tersebut akan difokuskan pada pengembangan pertanian modern, penyediaan pupuk, pemanfaatan teknologi pertanian, dan pengadaan alat-alat berat yang diperlukan untuk meningkatkan produktivitas sektor pangan.
“Indonesia dan Belarus mempunyai potensi yang saling melengkapi untuk memperkuat kerja sama di bidang pertanian modern, pupuk, alat dan teknologi pertanian, serta alat berat,” ujarnya.
Selain ketahanan pangan, kedua negara juga sepakat untuk memperluas kemitraan ekonomi untuk mendukung agenda pembangunan nasional. Kerja sama di masa depan akan difokuskan pada pengembangan industri, modernisasi pertanian, penguatan rantai pasokan, dan pengembangan teknologi.
Di bidang perdagangan, Prabowo mengapresiasi Belarusia yang telah menyelesaikan proses ratifikasi Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Eurasian Economic Union (I-EAEU FTA). Sementara itu, Indonesia juga berkomitmen untuk segera menyelesaikan proses ratifikasi perjanjian tersebut.
Ia juga melihat peluang pengembangan investasi melalui skema usaha patungan antara pelaku usaha Indonesia dan Belarusia khususnya pada sektor manufaktur, otomotif, kendaraan berat dan agroindustri.
Selain bidang ekonomi, Indonesia dan Belarus sepakat untuk memperkuat kerja sama di bidang kesehatan, kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi, akreditasi nasional, pelaporan transaksi keuangan, jasa keuangan, dan pertahanan. Delegasi kedua negara juga menandatangani sejumlah dokumen kerja sama di bidang tersebut.